Beranda Berita Guru Fikih Dampingi 43 Siswa MI Salafiyah Karangjompo Pekalongan Latihan Manasik Haji

Guru Fikih Dampingi 43 Siswa MI Salafiyah Karangjompo Pekalongan Latihan Manasik Haji

0

Pekalongan – Sebanyak 43 siswa kelas VI MI Salafiyah Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, mengikuti latihan praktik manasik haji yang dipimpin guru mata pelajaran Fikih, Hj. Istianatul Khoiriyah, S.H.I., M.Pd., Ahad (13/9/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–09.30 WIB tersebut digelar di halaman MI Salafiyah Karangjompo sebagai persiapan menghadapi praktik manasik haji tingkat madrasah yang akan dilaksanakan pekan depan.

Latihan manasik haji merupakan salah satu program tahunan MI Salafiyah Karangjompo yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan. Persiapan kegiatan telah dilakukan sejak madrasah menerima surat edaran pelaksanaan manasik haji sekitar satu bulan sebelumnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pihak madrasah tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga membekali siswa melalui latihan praktik. Hal tersebut dilakukan agar siswa memiliki gambaran mengenai tahapan, bacaan, dan gerakan yang akan mereka lakukan ketika mengikuti kegiatan manasik haji.

Latihan pada Ahad pagi tersebut dilaksanakan setelah kegiatan doa pagi dan pembiasaan bersih-bersih lingkungan madrasah. Hj. Istianatul Khoiriyah kemudian memimpin langsung latihan bersama seluruh siswa kelas VI.

Sebelum memasuki tahap praktik, para siswa terlebih dahulu mendapatkan materi tentang ibadah haji pada pertemuan sebelumnya. Setelah memahami materi, siswa kemudian diajak mempraktikkan secara langsung rangkaian kegiatan manasik haji.

“Latihan ini sebagai bekal siswa agar tidak asal buka mulut saja, tetapi mengerti bacaan dan gerakan apa saja yang harus dilakukan saat praktik manasik haji nanti,” ujar Hj. Istianatul Khoiriyah.

Untuk membuat latihan lebih menyerupai kondisi pelaksanaan manasik yang sebenarnya, halaman madrasah disiapkan dengan berbagai penanda lokasi. Di antaranya tulisan Arafah, Mina, Muzdalifah, Masjidil Haram, Jamarat, Aqabah, Wustho, Ula, Rukun Yamani, Maqam Ibrahim, Shafa, dan Marwah.

Dengan adanya penanda tersebut, siswa tidak hanya menghafalkan bacaan, tetapi juga belajar memahami urutan dan lokasi setiap tahapan dalam pelaksanaan manasik haji. Mereka dituntun dari awal hingga akhir oleh guru Fikih sehingga setiap gerakan dan bacaan dapat dipraktikkan secara bertahap.

Latihan tersebut juga semakin meyakinkan karena Hj. Istianatul Khoiriyah telah memiliki pengalaman menunaikan ibadah haji. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memberikan gambaran praktis kepada siswa mengenai pelaksanaan ibadah haji.

Kepala MI Salafiyah Karangjompo, Zaenuri, S.P., mengatakan bahwa latihan manasik merupakan bagian penting dari pembelajaran yang perlu diberikan kepada siswa.

“Siswa memang harus dibekali latihan dalam menghadapi praktik manasik haji. Hal itu sudah menjadi program tahunan di MI. Tidak melihat apakah akan dilombakan atau tidak, karena untuk membantu siswa sebelum benar-benar ke tempat pelaksanaan manasik haji nanti,” ungkapnya.

Menurutnya, latihan tidak semata-mata ditujukan untuk menghadapi perlombaan atau memperoleh prestasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran agar siswa mengenal secara langsung tata cara pelaksanaan ibadah haji sejak dini.

Melalui latihan yang dilakukan secara berulang, siswa diharapkan semakin memahami rangkaian manasik, mampu mengikuti setiap tahapan dengan tertib, serta lebih fasih dalam melafalkan doa-doa yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji.

Praktik manasik haji tingkat madrasah sendiri dijadwalkan berlangsung pada Ahad (20/9/2026) di Kompleks Islamic Center Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Pihak madrasah berharap latihan yang telah dilakukan dapat membantu siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan lebih percaya diri dan tidak sekadar menghafalkan bacaan. Mereka diharapkan mampu memahami gerakan dan tahapan manasik sehingga praktik yang dilakukan mendekati tata cara pelaksanaan ibadah haji yang sebenarnya.

Pewarta: Yulia Ismawati
Editor: K. Anwar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini