PEKALONGAN — STAI Ki Ageng Pekalongan (STAIKAP) menggelar Yudisium Sarjana dan Pembekalan Calon Wisudawan ke-XI Tahun Akademik 2025/2026, Ahad (9/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di RM. Kampung Damai, Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, tersebut diikuti calon wisudawan dari Program Studi S1 Ekonomi Syariah dan S1 Manajemen Pendidikan Islam.
Kegiatan mengusung tema “Refleksi Alumni: Mengukuhkan Integritas Lulusan sebagai Katalisator Peradaban Masa Depan.” Tema tersebut menjadi penegasan bahwa kelulusan dari perguruan tinggi tidak hanya ditandai dengan capaian akademik, tetapi juga kesiapan lulusan membawa nilai, integritas, dan tanggung jawab ketika memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Pembekalan menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. H. M. Rikza Chamami, MSI, Ketua Program Studi S2 MPI UIN Walisongo, Dr. Ahmad Mufid, M.Pd, alumni Program Studi MPI STAIKAP, serta Nur Kholifah, S.E, alumni Program Studi Ekonomi Syariah STAIKAP. Sementara kegiatan dimoderatori oleh Nelli Murodah, M.Pd.
Pembekalan tersebut diarahkan untuk memberikan motivasi sekaligus memperkuat kesiapan calon wisudawan menghadapi fase kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. Para lulusan didorong agar tidak hanya berorientasi pada pencarian pekerjaan, tetapi juga mampu membangun kontribusi nyata di tengah masyarakat.
M. Rikza Chamami menyampaikan, “Lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya memiliki ijazah dan kemampuan akademik. Mereka harus memiliki integritas, karena integritas inilah yang akan menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.”
Dalam konteks tersebut, alumni juga dipandang memiliki posisi strategis sebagai bagian dari keberlanjutan institusi. Setelah menyelesaikan pendidikan, alumni diharapkan tetap membawa nilai-nilai yang diperoleh selama menjadi mahasiswa STAIKAP dan mengimplementasikannya dalam berbagai ruang pengabdian.
Nur Kholifah mengatakan, menjadi alumni bukan berarti selesai belajar. “Justru setelah lulus, mahasiswa memasuki ruang yang lebih luas untuk membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh di kampus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.” ujarnya.
Pembekalan calon wisudawan juga menjadi momentum refleksi bagi mahasiswa mengenai tantangan yang akan dihadapi setelah menyandang gelar sarjana. Ahmad Mufid menegaskan, dunia kerja yang semakin kompetitif menuntut lulusan memiliki kemampuan adaptasi, komunikasi, profesionalitas, serta kemampuan untuk terus belajar.
Bagi calon wisudawan Program Studi S1 Ekonomi Syariah, misalnya, kompetensi akademik perlu diikuti dengan pemahaman terhadap perkembangan dunia ekonomi dan keuangan, termasuk industri keuangan syariah, kewirausahaan, digitalisasi ekonomi, serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Sementara bagi lulusan Manajemen Pendidikan Islam, tantangan profesional juga membutuhkan kemampuan kepemimpinan, manajerial, komunikasi, dan penguasaan teknologi pendidikan yang semakin berkembang.
Karena itu, pembekalan tidak hanya dimaknai sebagai acara seremonial menjelang wisuda. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempersiapkan lulusan agar mampu bertransformasi dari mahasiswa menjadi profesional dan anggota masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial.
Yudisium Sarjana dan Pembekalan Calon Wisudawan ke-XI ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan menuju Wisuda ke-XI STAI Ki Ageng Pekalongan. Momentum tersebut sekaligus menjadi titik transisi bagi para calon wisudawan untuk meninggalkan lingkungan akademik dan memasuki dunia profesional serta kehidupan sosial yang lebih luas.
Dengan mengusung semangat “mengukuhkan integritas lulusan sebagai katalisator peradaban masa depan”, STAIKAP berharap para lulusan tidak sekadar menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi pribadi yang memiliki kompetensi, integritas, dan kontribusi bagi kemajuan masyarakat.





