Beranda Berita ITSNU dan RMI PCNU Pekalongan Tandatangani MoU dalam Rangka Kick Off HSN...

ITSNU dan RMI PCNU Pekalongan Tandatangani MoU dalam Rangka Kick Off HSN 2026

0

Kabupaten Pekalongan – Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan memperkuat sinergi dengan dunia pesantren melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kabupaten Pekalongan dalam rangka Kick Off Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026, Ahad (27/9/2026) bertempat di Pondok Pesantren Syarif Hidayatullah, Wonopringgo.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua RMI NU PWNU Jawa Tengah, KH. Ahmad Fadlullah Turmudzi, M.Pd., A.H., Ketua RMI PCNU Kabupaten Pekalongan, serta Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, Drs. KH. Muslikh Khudlori, M.S.I. Turut hadir jajaran pengurus RMI PCNU Kabupaten Pekalongan, pimpinan dan sivitas akademika ITSNU Pekalongan, para pengasuh dan perwakilan pesantren, serta berbagai unsur Nahdlatul Ulama dan masyarakat.

Perkuat Sinergi Perguruan Tinggi dan Pesantren

Penandatanganan MoU antara ITSNU Pekalongan dan RMI PCNU Kabupaten Pekalongan menjadi langkah konkret dalam membangun sinergi kelembagaan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan pendidikan dan pemberdayaan pesantren.

Melalui kerja sama tersebut, kedua lembaga dapat mengembangkan berbagai program bersama yang relevan dengan kebutuhan pesantren dan masyarakat, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, literasi digital, pemanfaatan teknologi, pengembangan kewirausahaan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai program akademik dan nonakademik lainnya.

Rektor ITSNU Pekalongan, Dr. M. H. Ali Imron, S.E., M.Si, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan RMI PCNU Kabupaten Pekalongan merupakan bagian dari komitmen ITSNU Pekalongan untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang dekat dengan pesantren dan masyarakat.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui kerja sama dengan RMI PCNU Kabupaten Pekalongan, kami ingin membangun ekosistem kolaborasi yang memungkinkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai kepesantrenan dapat berjalan beriringan. Pesantren memiliki potensi yang sangat besar, dan perguruan tinggi dapat menjadi mitra dalam mengembangkan potensi tersebut secara berkelanjutan.” Ujarnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan sosial menuntut pesantren untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan karakter dan tradisi keilmuannya. Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren menjadi penting untuk mempertemukan kekuatan tradisi keilmuan pesantren dengan inovasi akademik dan teknologi.

RMI PWNU Jawa Tengah Dorong Penguatan Pesantren

Dalam kesempatan tersebut, Ketua RMI NU PWNU Jawa Tengah, KH. Ahmad Fadlullah Turmudzi, M.Pd., A.H., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara ITSNU Pekalongan dan RMI PCNU Kabupaten Pekalongan. KH. Ahmad menekankan pentingnya membangun jejaring dan kolaborasi untuk memperkuat kapasitas pesantren dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan zaman.

“Pesantren memiliki sejarah panjang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Di tengah perubahan zaman, pesantren harus terus mengembangkan kapasitasnya, termasuk dalam penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, manajemen, dan kewirausahaan. Karena itu, kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam memperkuat pesantren agar tetap relevan dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.” Tuturnya.

Menurutnya, momentum Hari Santri juga dapat menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan peran santri dan pesantren dalam berbagai bidang kehidupan.

“Hari Santri harus menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi santri dan pesantren. Santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga harus mampu mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan, teknologi, ekonomi, sosial, dan pembangunan masyarakat.”

RMI PCNU Kabupaten Pekalongan: Kolaborasi untuk Pesantren

Sementara itu, Ketua RMI PCNU Kabupaten Pekalongan, KH. Zainal Arifin, S.Pd.I, menyampaikan bahwa kerja sama dengan ITSNU Pekalongan menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dan meningkatkan kapasitas pesantren di Kabupaten Pekalongan.

“RMI memiliki tanggung jawab untuk terus mendorong kemajuan pesantren. Kolaborasi dengan ITSNU Pekalongan menjadi langkah penting agar pesantren tidak berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam bidang pendidikan, teknologi, manajemen, dan pemberdayaan ekonomi. Kami berharap kerja sama ini dapat melahirkan program-program konkret yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pesantren dan para santri.”

Disampaikan, sinergi antara RMI dan perguruan tinggi dapat menjadi ruang untuk mempertemukan potensi pesantren dengan sumber daya akademik, teknologi, dan inovasi yang dimiliki perguruan tinggi.

PCNU Kabupaten Pekalongan Tegaskan Pentingnya Sinergi

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, Drs. KH. Muslikh Khudlori, M.S.I., turut memberikan apresiasi terhadap penandatanganan MoU tersebut. Sinergi antara perguruan tinggi, pesantren, dan organisasi Nahdlatul Ulama merupakan bagian penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan masyarakat.

“Kerja sama ini merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk memperkuat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Perguruan tinggi memiliki kekuatan dalam bidang akademik, penelitian, dan teknologi, sementara pesantren memiliki kekuatan dalam pendidikan karakter, keagamaan, dan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jika potensi tersebut disinergikan, akan terbuka banyak ruang untuk menghadirkan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.” Jelasnya.

Kiai Muslikh juga berharap momentum Hari Santri Nasional 2026 dapat menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran yang luas dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

“Hari Santri bukan hanya momentum untuk mengenang sejarah perjuangan santri, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali peran santri dalam menjawab tantangan masa depan. Santri harus memiliki kapasitas keilmuan, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.”

MoU sebagai Langkah Awal Program Kolaborasi

Penandatanganan MoU tersebut diharapkan tidak berhenti pada kesepakatan administratif, tetapi dilanjutkan dengan berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi pesantren, santri, mahasiswa, dan masyarakat.

Ruang kerja sama dapat dikembangkan dalam berbagai bidang, antara lain pendidikan dan pelatihan, peningkatan kompetensi pengelola pesantren, digitalisasi pesantren, pengembangan kewirausahaan santri, penelitian dan publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan ekonomi pesantren, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung tata kelola lembaga pendidikan pesantren.

Kolaborasi tersebut sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa ITSNU Pekalongan untuk memperoleh pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat dan lingkungan pesantren melalui berbagai kegiatan akademik maupun pengabdian kepada masyarakat.

Melalui sinergi ITSNU Pekalongan dan RMI PCNU Kabupaten Pekalongan, diharapkan terbangun kolaborasi berkelanjutan antara kampus dan pesantren yang mampu melahirkan berbagai inovasi dan program pemberdayaan. Kerja sama ini sekaligus menjadi langkah bersama dalam menyiapkan generasi santri yang berilmu, berkarakter, adaptif terhadap teknologi, serta mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan masyarakat dan bangsa.

Kontributor : Mochamad Yusuf
Editor: K. Anwar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini