Google search engine
Beranda Penulis Dikirim oleh Ribut Achwandi

Ribut Achwandi

36 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Ekalaya (Bagian 04)

0
Jauh dari negeri Hastina, desa Karang Kadempel, sebuah desa di tengah hutan, pemandangan aneh di langit cukup mengejutkan warga. Akan tetapi, tetap bersikap tenang sambil mempersiapkan beberapa peranti untuk upacara ruwatan. Itulah adat yang mereka wariskan dari leluhur. Mereka tetap menjaganya.

Sastra Melayu dan Kemanunggalan Bangsa-Bangsa Nusantara

1
Agaknya kita mesti mengapresiasi kegigihan negara tetangga, Malaysia. Khususnya, dalam memerjuangkan ragam budaya mereka agar mendapatkan pengakuan dunia. Kegigihan itu bahkan memaksa mereka untuk...

Ekalaya (Bagian 03)

0
“Lihatlah, mereka sungguh menghormati kakek Bisma. Apalagi setelah mereka tahu, bahwa kakek Bisma telah bersumpah untuk tidak mewarisi tahta Hastina, hanya demi menghindari perselisihan di antara wangsa Kuru. Makin besar pula cinta mereka itu kepada kakek Bisma,” ungkap Duryodhana.

Komite Sekolah

0
Senin malam, 2 Juni 2025. Seperti biasa, saya mesti menjalankan tugas bersiaran di radio. Nama acara yang saya pandu Wedangan. Obrolan santai antara saya...

Kisah Horor di Pagi Hari

1
Ternyata, waktu paling horor bukanlah malam, melainkan pagi hari. Mengerikan!

Rahasia Sepasang Sepatu

1
“Kenapa ya, orang-orang selalu ribut soal sepatu dan sandal. Apa mereka tak pernah merasakan bagaimana rasanya kehilangan sepasang kaki?” tanya suaminya.

Ekalaya (Bagian 02)

0
Betapa keguncangan itu tak sekadar dirasakan hatinya. Langit dan bumi turut merasakan yang serupa. Bahkan, jagat Mayapada—tempat semayam para dewa—pun ikut terguncang. Pintu Kahyangan bergetar. Taman sari Astana Suralaya pun mendadak cekam. Membuat para dewa kebingungan. Gemparlah seisi jagat Mayapada!

FiLTER; Ruang Temu Gagasan Pegiat Teater Aceh

0
FiLTER menjadi semacam oasis di tengah padang tandus. Tempat berkumpulnya pegiat teater Aceh. Tempat melunasi rasa rindu. Dan, lebih penting lagi, adalah ruang temu gagasan.

Ekalaya (bagian 01)

0
“Benda-benda tak membuktikan apa pun, Tuan. Dan, kebenaran juga tak bisa dipaksakan. Apalagi, hanya didasarkan pada anggapan yang dipicu amarah. Tidak, Tuan. Jangan kotori keretamu dengan luapan amarah yang menyesatkan dan memerosokkan harga diri Tuan. Aku mohon, jangan,” kilah Ekalaya.

HRD

0
Selasa, 20 Mei 2025. Pagi itu matahari agaknya masih ogah-ogahan menampakkan diri. Awan mendung tipis ia sungkupkan pada bumi. Membuat warna langit tampak keabu-abuan....
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
Google search engine

EDITOR PICKS