Beranda Berita Menjaga Bumi Sejak Dini, KKN 65 UIN Gus Dur Ajak Siswa SD...

Menjaga Bumi Sejak Dini, KKN 65 UIN Gus Dur Ajak Siswa SD Muhammadiyah Wonosari Memilah Sampah

0

Pekalongan — Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Kebiasaan sederhana seperti mengenali dan memilah sampah dapat menjadi langkah awal dalam membentuk perilaku peduli lingkungan sejak usia dini. Hal tersebut menjadi fokus Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 65 Kelompok 23 Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan melalui kegiatan edukasi pemilahan sampah di SD Muhammadiyah Wonosari, Desa Kalimojosari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan bertajuk “Edukasi Pemilahan Sampah Sejak Usia Dini” tersebut diikuti oleh siswa kelas 1 hingga kelas 6. Sosialisasi dilaksanakan dalam dua sesi agar penyampaian materi dapat disesuaikan dengan kemampuan dan tingkat pemahaman siswa. Sesi pertama dimulai pukul 09.30 WIB untuk siswa kelas 1–3, sedangkan sesi kedua berlangsung pukul 10.30 WIB bagi siswa kelas 4–6.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 65 Kelompok 23 memperkenalkan kepada siswa mengenai pengertian sampah, jenis-jenis sampah, serta alasan pentingnya melakukan pemilahan. Materi disampaikan secara sederhana dan komunikatif sehingga siswa lebih mudah memahami perbedaan setiap jenis sampah dan cara memperlakukannya.

Penyampaian materi dilakukan oleh mahasiswa KKN, Diah Karomah dan Levia Niza Arliani. Keduanya tidak hanya menyampaikan materi secara satu arah, tetapi juga mengajak siswa berinteraksi melalui pertanyaan dan aktivitas sederhana. Cara tersebut membuat siswa lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran.

Suasana kegiatan juga dibuat lebih menyenangkan melalui ice breaking yang dipandu oleh mahasiswa KKN lainnya. Permainan singkat dan aktivitas interaktif tersebut dilakukan untuk menjaga konsentrasi siswa sekaligus menciptakan suasana belajar yang tidak monoton. Siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan dan merespons berbagai pertanyaan yang diberikan oleh pemateri.

Tidak berhenti pada penyampaian materi, mahasiswa KKN 65 Kelompok 23 juga mengajak siswa melakukan praktik pemilahan sampah secara langsung. Dengan menggunakan sejumlah properti edukasi yang telah disiapkan mahasiswa, siswa diminta mengenali jenis sampah kemudian menentukan tempat pembuangan yang sesuai.
Praktik tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena siswa dapat langsung menerapkan pengetahuan yang baru diperoleh.

Dengan demikian, pemahaman mengenai pemilahan sampah tidak hanya berhenti pada teori, tetapi diterjemahkan menjadi tindakan sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. “Mulai hari ini, yuk kita punya kebiasaan baru yaitu lihat sampahnya, kenali jenisnya, lalu buang pada tempatnya,” ujar Diah Karomah saat mengajak siswa mempraktikkan pemilahan sampah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 65 Kelompok 23 berupaya mengenalkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Siswa juga didorong untuk menerapkan kebiasaan memilah sampah, baik ketika berada di sekolah maupun di lingkungan rumah.

Rangkaian kegiatan yang memadukan penyampaian materi, tanya jawab, permainan, dan praktik langsung tersebut mendapat respons antusias dari para siswa. Pendekatan interaktif dipilih agar edukasi lingkungan dapat diterima dengan cara yang lebih menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada peserta.

Kegiatan edukasi pemilahan sampah ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN 65 Kelompok 23 dalam mendukung tumbuhnya kesadaran lingkungan di Desa Kalimojosari. Melalui pengenalan sejak dini, siswa diharapkan tidak hanya memahami jenis dan cara memilah sampah, tetapi juga mulai membangun kebiasaan menjaga kebersihan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Pengirim: Lutfi Maulana
Editor: K. Anwar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini