Beranda Berita Usai Dilantik, PC Fatayat NU Pekalongan Siap Perluas Program Pemberdayaan Perempuan

Usai Dilantik, PC Fatayat NU Pekalongan Siap Perluas Program Pemberdayaan Perempuan

0

Pekalongan – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Pekalongan resmi dilantik pada Sabtu (1/8/2026) di Ballroom Hotel Dafam, Kota Pekalongan. Pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur ulama, pemerintah, organisasi perempuan, serta badan otonom Nahdlatul Ulama sebagai bentuk dukungan terhadap peran strategis Fatayat NU dalam pemberdayaan perempuan dan pembangunan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, Drs. KH. Muslikh Khudlori, M.S.I., menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. “Semoga kepengurusan baru mampu mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab serta terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.” harapnya.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Pekalongan, Hj. Jariyah, S.Pd., mengungkapkan bahwa pelantikan ini terlaksana setelah melalui perjalanan kurang lebih tujuh bulan pasca konferensi cabang. Pelantikan yang semula direncanakan dapat dilaksanakan lebih awal harus menyesuaikan dengan berbagai dinamika organisasi hingga akhirnya dapat terselenggara dengan baik.

“Fatayat NU merupakan organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama yang mandiri dan siap bergerak melalui tujuh bidang serta lima lembaga yang menjadi motor pelaksanaan program kerja organisasi.” ujarnya.

Disampaikan, berbagai program baik yang telah berjalan pada periode sebelumnya akan terus dilanjutkan sekaligus diperkuat dengan berbagai inovasi baru. Salah satu program unggulan yang akan terus dikembangkan adalah Program Burdah, yang kini telah menjadi inspirasi bagi sejumlah PC Fatayat NU di Jawa Tengah.

“Selain menjadi media dakwah dan pelestarian tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, program tersebut juga dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui berbagai produk kreatif yang lahir dari kegiatan Burdah.” tambahnya.

Di samping itu, menurutnya, Fatayat NU Kabupaten Pekalongan juga terus bersinergi dengan program-program pemerintah, di antaranya percepatan penurunan angka stunting, sekolah politik perempuan, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta pencegahan pernikahan usia dini.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan Launching AMEENA, lembaga seni dan budaya Fatayat NU Kabupaten Pekalongan. Kehadiran AMEENA diharapkan menjadi wadah pengembangan seni Islami sekaligus dapat menjadi referensi hiburan bernuansa religius bagi masyarakat dalam berbagai kegiatan dan hajatan.

“Selain itu, Fatayat NU Kabupaten Pekalongan juga terus mengembangkan Majelis Taklim Az-Zahra yang kini telah memiliki sekitar 6.000 anggota. Melalui kegiatan rutin Burdah hingga Kajian Kitab Selasa Manis, majelis taklim ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus menjadi ruang silaturahmi dan pemberdayaan perempuan Nahdliyin.” jelas Jariyah.

Menutup sambutannya, Hj. Jariyah mengajak seluruh kader untuk menjadikan organisasi sebagai ladang pengabdian yang membawa kemaslahatan bagi anggota maupun masyarakat luas.

“Mari berkhidmah tanpa pamrih, bekerja tanpa lelah, dan mencintai tanpa syarat. Semoga Fatayat NU senantiasa menjadi organisasi yang membawa kebermanfaatan bagi umat dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah, Hj. Tazkiyyatul Mutmainnah, S.K.M., M.Kes., menegaskan bahwa menjadi pengurus berarti siap mengurus organisasi, bukan justru ingin diurus. “Pengurus itu mengurusi, bukan diurus,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Fatayat NU merupakan rumah besar bagi perempuan muda NU yang memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak kader penerus. “Ketika kita mengajak anak-anak kita sejak dini, niatkan untuk mengader mereka agar akidah Ahlussunnah wal Jamaah benar-benar tertanam kuat. Kita sedang mempersiapkan generasi penerus Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mendorong seluruh jajaran kepengurusan agar semakin mengaktifkan ranting dan Pimpinan Anak Cabang sebagai ujung tombak organisasi. “Yuk kita tunjukkan bahwa Fatayat benar-benar hadir di tengah masyarakat. Yang paling dibutuhkan bukan hanya nama besar organisasi, tetapi kemanfaatan dan kehadiran nyata kita untuk masyarakat,” pesannya.

Hadir secara langsung Rois PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Baihaqi Anwar, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan Drs. KH. Muslikh Khudlori, M.S.I., Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah Hj. Tazkiyyatul Mutmainnah, S.K.M., M.Kes., beserta jajaran, Ketua Muslimat NU Kabupaten Pekalongan sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Hj. Sumarwati, S.Pd., M.AP., Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir beserta jajaran DPRD Kabupaten Pekalongan, di antaranya Dra. Hj. Hindun, M.H. dan Hj. Fatkhiana Dewi, S.H., Pimpinan Cabang Fatayat NU se-Eks Karesidenan Pekalongan, PD Nasyiatul Aisyiyah, GOW Kabupaten Pekalongan, PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, UMRI Kabupaten Pekalongan, IPNU dan IPPNU Kabupaten Pekalongan, Dewan Pembina, serta seluruh Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU se-Kabupaten Pekalongan.

Melalui pelantikan ini, PC Fatayat NU Kabupaten Pekalongan diharapkan semakin solid dalam menjalankan roda organisasi, memperkuat kaderisasi, serta menghadirkan berbagai program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Kontributor: Anik Maghfiroh
Editor: Anwar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini